Moyudan – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan terus berupaya memperkuatperan dakwah dan pelayanan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalahrencana pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Moyudan sebagai pusat kegiatanpersyarikatan. Untuk memastikan perencanaan pembangunan yang matang, PCM Moyudanmenggandeng Tim Pengabdian Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pemetaan topografi lahan calon gedung. Ketua tim dosen, Ani Hairani, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan menggunakan teknologi survei modern, seperti GPS geodetic, Total Station, dan foto udara menggunakan drone, sehingga hasilnya memiliki tingkat ketelitian tinggi. “Data yang kami kumpulkan mencakup unsur alam berupa sungai, kontur tanah dan unsur buatan manusia seperti jalan, rumah, dan bangunan eksisting. Pengukuran ini nantinya akan diproses hingga dituangkan dalam bentuk peta topografi yang siap digunakan sebagai acuan desain dan perencanaan pembangunan” ujarnya. Pada tanggal 8 Desember 2024, dilakukan penyerahan laporan hasil survey kepada panitia pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Moyudan. Ketua PCM Muhammadiyah Moyudan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. “Kerja sama ini menunjukkan sinergiyang baik antara dunia pendidikan dan masyarakat. Kami berharap, hasil pemetaan ini dapat mempercepat proses pembangunan gedung dakwah yang representatif untuk kemajuan persyarikatan di Moyudan,” ungkapnya. Kegiatan berlangsung dengan koordinasi yang solid antara tim proyek, PCM Moyudan, dan komite konstruksi. Semua tahap pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan efisien, menandai langkah awal yang penting menuju terwujudnya Gedung Dakwah Muhammadiyah Moyudan sebagai pusat penggerak dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan di wilayah ini. Harapannya, program pengabdian ini dapat berfungsi sebagai alat edukasi bagi masyarakat mengenai bagaimana metode pengukuran topografi yang benar dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan berbasis data. Kerja sama ini juga diharapkan menjadi model kemitraan yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pembangunan berbasis data yang akurat dan partisipatif.