
MOYUDAN – Keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan bersama MCC Ashabul Kahfi Moyudan menyelenggarakan kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal 1447 H pada Ahad, 19 April 2026. Bertempat di kompleks MCC Ashabul Kahfi, acara ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus refleksi bagi warga persyarikatan dalam menghadapi tantangan zaman.
Acara dimulai sekitar pukul 08.20 WIB dengan suasana khidmat yang diawali melalui pembukaan dan pembacaan Kalam Ilahi. Suasana kebangsaan dan semangat berorganisasi semakin terasa saat seluruh hadirin diminta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan secara berturut-turut dengan lagu Mars Muhammadiyah (Sang Surya) serta Mars Aisyiyah.
Setelah sesi protokoler lagu kebangsaan dan mars, kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan seni “Tari Bebek” yang dibawakan secara apik oleh para siswa TK ABA Barepan. Gerakan lincah para siswa ini berhasil menghibur ratusan jamaah sebelum memasuki rangkaian sambutan formal.




Laporan Perkembangan MCC Ashabul Kahfi dan Penguatan Organisasi
Dalam sesi sambutan pertama, Bapak H. Imam Triyono, S.Ag, M.Si, selaku Koordinator MPKS dan Ekonomi PCM Moyudan, memberikan paparan komprehensif mengenai kondisi terkini MCC Ashabul Kahfi Moyudan. Beliau menjelaskan berbagai capaian program kesejahteraan sosial yang telah berjalan serta rencana pengembangan fasilitas ke depan guna meningkatkan layanan bagi umat. Laporan ini menjadi bagian penting untuk menunjukkan transparansi dan progresivitas amal usaha Muhammadiyah di tingkat cabang.
Sambutan dilanjutkan oleh Bapak H. Abu Hanifah, S.Ag, MSI, yang menyampaikan pesan-pesan terkait esensi Halal Bihalal sebagai momentum pembersihan diri dan penguatan ikatan persaudaraan antarwarga Muhammadiyah. Sebelum memasuki agenda utama, hadirin kembali dihibur dengan penampilan ansambel angklung dari siswa-siswi SD Muhammadiyah Gamplong yang menyajikan harmoni nada tradisional yang menyejukkan.
Mitigasi Krisis Global dan Kemandirian Pangan dari Rumah
Puncak kegiatan ini adalah pengajian inti yang disampaikan oleh pakar nutrisi dan akademisi terkemuka, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng. Setelah sesi perkenalan, Prof. Ali Agus memaparkan analisis mendalam mengenai situasi dunia yang saat ini tengah berada dalam bayang-bayang ancaman serius. Beliau memperingatkan secara tegas mengenai krisis energi dan krisis air yang mulai melanda berbagai belahan dunia. Menurut analisis beliau, ketersediaan energi dan air yang terganggu secara langsung berpotensi besar memicu krisis pangan global yang sistemik.
Menyikapi ancaman tersebut, Prof. Ali Agus mendorong warga Muhammadiyah untuk melakukan langkah preventif melalui inovasi ketahanan pangan berbasis keluarga. Beliau menekankan pentingnya gerakan kembali ke lahan dengan mengoptimalkan setiap jengkal pekarangan rumah yang selama ini masih kosong atau belum produktif.
Beliau memaparkan solusi konkret berupa penanaman tanaman kebutuhan pokok dapur—seperti sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan—serta tanaman obat-obatan keluarga yang umum digunakan. Strategi ini dipandang sebagai langkah sederhana namun memiliki dampak strategis yang besar dalam membangun kedaulatan pangan dan kesehatan dari lingkup terkecil, sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada rantai pasok global yang semakin rentan.




Penutup dan Harapan
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. H. Suisdialwan, MA, memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga persyarikatan dan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai dinamika global.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Melalui momentum ini, PCM Moyudan dan MCC Ashabul Kahfi berharap pesan kemandirian dan ukhuwah yang disampaikan dapat terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari warga, menjadikan Moyudan sebagai wilayah yang tangguh secara sosial maupun ekonomi.



