Tingkatkan Kreativitas dan Kemandirian, 154 Siswa SD Muhammadiyah se-Moyudan Ikuti UKT Hizbul Wathan


MOYUDAN, MUHAMMADIYAHMOYUDAN.OR.ID – Guna mengukur kemampuan dan membentuk karakter generasi muda yang tangguh, Kwartir Cabang Hizbul Wathan Moyudan menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah se-Kapanewon Moyudan. Kegiatan ini berpusat di SD Muhammadiyah Semingin pada pukul 07.30 WIB.


UKT kali ini diikuti oleh total 154 siswa yang berasal dari 8 delapan sekolah dasar Muhammadiyah di wilayah Moyudan. Kegiatan ini diselenggarakan dalam suasana yang gembira dan penuh antusiasme, menjadi penyegaran tersendimen setelah para siswa menempuh ujian akhir semester di sekolah masing-masing.


Rincian Peserta UKT HW se-Moyudan

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian jumlah peserta dari masing-masing sekolah:

NoNama SekolahJumlah Peserta
1SD Muhammadiyah Ngijon 163 Siswa
2SD Muhammadiyah Gamplong20 Siswa
3SD Muhammadiyah Semingin20 Siswa
4SD Muhammadiyah Ngijon 219 Siswa
5SD Muhammadiyah Kedungbanteng 213 Siswa
6SD Muhammadiyah Saren9 Siswa
7SD Muhammadiyah Kedungbanteng 17 Siswa
8SD Muhammadiyah Karanganjir3 Siswa
Total154 Siswa

Lima Materi Pokok yang Diujikan

Dalam UKT ini, para pandu pengenal/athfal diuji melalui beberapa pos penilaian yang meliputi aspek kognitif, spiritual, fisik, serta kreativitas. Ada 5 materi pokok yang wajib dilewati oleh seluruh peserta, yaitu:

  • Kompetensi Dasar Hizbul Wathan: Ujian tertulis untuk mengukur pengetahuan dasar kepanduan, seperti sejarah berdirinya HW serta maksud dan tujuan organisasi.
  • Keislaman: Ujian praktik ibadah yang difokuskan pada pengamalan salat berjamaah secara benar dan tertib.
  • Peraturan Baris Berbaris (PBB): Pengujian kedisiplinan dan kekompakan siswa dalam menerima aba-aba serta mempraktikkannya dalam barisan.
  • Tali Temali: Ujian praktik kepanduan sederhana, di mana siswa wajib menguasai beberapa simpul dasar seperti simpul hidup, simpul mati, simpul jangkar, dan simpul pangkal.
  • Hasta Karya: Ujian kreativitas seni tradisional. Pada sesi ini, para siswa ditantang membuat keterampilan tangan berbahan janur (daun kelapa muda) menjadi bentuk keris-kerisan, pecut (cambuk), dan belalang.

“Ujian ini diselenggarakan dengan prinsip uji keterampilan sederhana dan dikemas dalam suasana yang menyenangkan. Tujuannya agar anak-anak tidak tegang, melainkan bangga dan gembira bisa mempraktikkan ilmu kepanduan yang selama ini mereka pelajari,” ujar salah satu panitia penyelenggara.


Melalui kegiatan UKT bersama ini, diharapkan jalinan silaturahmi antar-SD Muhammadiyah di Moyudan semakin erat, sekaligus mampu melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang religius, disiplin, kreatif, dan mandiri sejak dini.

Scroll to Top