
Moyudan — Pemutakhiran data warga Muhammadiyah kini semakin diarahkan melalui layanan digital. Selain mempermudah pengelolaan data, proses ini juga berkaitan langsung dengan pendaftaran maupun pemutakhiran Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) dan E-KTAM bagi warga Persyarikatan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) SatuMu di SD Muhammadiyah Kedungbanteng, Ahad (9/8/2026) malam.
Kegiatan dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung efektif sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak hanya berupa sosialisasi, sebagian besar kegiatan diisi dengan praktik langsung agar peserta dapat sekaligus melakukan pendaftaran, migrasi, maupun pemutakhiran E-KTAM/NBM.
Bimtek diikuti oleh unsur Pimpinan PCM Moyudan, Ketua dan Sekretaris PRM Kedungbanteng, Kepala SD Muhammadiyah Kedungbanteng 1, serta para petugas pendamping SatuMu ranting.
Acara dipandu oleh H. Heru Suprayitno, S.Ag., Sekretaris PCM Moyudan.




Pemutakhiran Data Menjadi Perhatian Bersama
Ketua PCM Moyudan, H. Abu Hanifah, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya menindaklanjuti arahan organisasi terkait pemutakhiran data Muhammadiyah.
Pemutakhiran tersebut perlu diteruskan secara berjenjang sehingga data warga Muhammadiyah di tingkat cabang maupun ranting dapat semakin tertib dan sesuai dengan sistem pendataan yang digunakan Persyarikatan.
Pesan senada disampaikan Aji Arif Mahfudz, S.Ag., yang hadir sebagai perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Ia turut menekankan perlunya segera menindaklanjuti proses pemutakhiran data yang telah menjadi arahan organisasi dari tingkat atas hingga cabang dan ranting.
Dua sambutan tersebut sekaligus memberikan konteks bahwa Bimtek pada malam itu tidak berhenti pada pengenalan sebuah aplikasi. Ada kebutuhan yang lebih luas untuk memastikan data warga Muhammadiyah dapat diperbarui dan dikelola dengan semakin baik.
Setelah sesi pembukaan dan sambutan, kegiatan beralih ke bagian utama Bimtek yang dipandu oleh Fuad Kurnia Putra dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).
Dari Penjelasan Langsung ke Praktik
Porsi terbesar Bimtek diberikan pada praktik langsung. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai SatuMu dan proses pendataan, tetapi juga diminta mencoba sendiri tahapan yang diperlukan melalui perangkat masing-masing.
Pada sesi praktik, peserta terlebih dahulu diarahkan untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi MASA pada telepon seluler.
Fuad kemudian membimbing peserta secara bertahap dalam melakukan pendaftaran E-KTAM/NBM baru, serta migrasi dan pemutakhiran E-KTAM/NBM lama bagi peserta yang sebelumnya telah memiliki data keanggotaan.
Praktik langsung menjadi penting karena kondisi masing-masing peserta tidak selalu sama. Ada yang melakukan pendaftaran baru, sementara sebagian lainnya perlu melakukan migrasi atau menyesuaikan data yang sudah dimiliki sebelumnya.
Karena itu, jalannya Bimtek lebih banyak menyerupai sesi kerja dan pendampingan bersama dibandingkan seminar satu arah. Ketika ditemukan kendala pada proses tertentu, peserta dapat langsung memperoleh arahan untuk melanjutkan tahap berikutnya.
Model seperti ini juga membuat hasil kegiatan dapat langsung terlihat. Peserta tidak harus membawa pulang materi untuk kemudian mencoba sendiri di lain waktu, tetapi diarahkan agar sebisa mungkin dapat menyelesaikan proses pendaftaran atau pemutakhiran pada saat Bimtek berlangsung.
SatuMu Diperkenalkan Lebih Lanjut
Setelah praktik pendaftaran dan pemutakhiran melalui MASA, pembahasan kemudian diperluas pada SatuMu, aplikasi data center Muhammadiyah.
Fuad memberikan demonstrasi sekaligus penjelasan mengenai sejumlah fitur yang terdapat di dalam SatuMu. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran lebih luas mengenai penggunaan sistem digital dalam pengelolaan data Muhammadiyah.
Dengan urutan tersebut, peserta terlebih dahulu berhadapan dengan kebutuhan yang paling praktis, yaitu mengurus dan memutakhirkan data E-KTAM/NBM masing-masing, kemudian mendapatkan pengenalan lebih lanjut mengenai SatuMu dan fitur-fitur yang tersedia di dalamnya.
Bagi para petugas pendamping SatuMu ranting, pemahaman ini menjadi penting karena tugas pemutakhiran data nantinya tidak hanya menyangkut kebutuhan pribadi peserta Bimtek. Mereka juga diharapkan dapat membantu proses pendampingan ketika warga Muhammadiyah di lingkungan masing-masing menghadapi kendala serupa.
Sebagian Besar Peserta Berhasil Memutakhirkan Data
Praktik yang berlangsung sepanjang malam memberikan hasil langsung. Hingga kegiatan mendekati akhir, sebagian besar peserta telah berhasil membuat maupun memutakhirkan E-KTAM/NBM masing-masing.
Meski demikian, masih terdapat beberapa peserta yang belum dapat menyelesaikan seluruh proses karena kendala tertentu. Bagi mereka, pendampingan tidak berhenti pada kegiatan malam tersebut. Proses yang belum selesai akan ditindaklanjuti pada sesi pendampingan berikutnya.
Kegiatan Bimtek berakhir sekitar pukul 22.00 WIB.
Keberhasilan sebagian besar peserta menyelesaikan proses pada malam itu menjadi langkah awal untuk meneruskan pemutakhiran data di lingkungan PCM Moyudan. Keberadaan petugas pendamping di tingkat ranting juga diharapkan dapat membantu agar proses tersebut tidak berhenti pada peserta Bimtek, tetapi dapat diteruskan kepada warga Muhammadiyah yang memerlukan pendampingan.
Melalui pemanfaatan perangkat digital dan pendampingan yang dilakukan secara langsung, proses pembaruan data Persyarikatan diharapkan dapat berjalan lebih tertib, mudah diakses, dan menjangkau hingga tingkat ranting.



