Hari Bermuhammadiyah PCM Moyudan: Memaknai Rezeki, dari Harta hingga Ridha Allah


Moyudan, 30 Agustus 2026 — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan kembali menyelenggarakan Hari Bermuhammadiyah pada Ahad Wage, 30 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Huda, Dagen, Sumberrahayu, mulai pukul 07.00 hingga 08.45 WIB.



Pengajian berlangsung cukup semarak dan diikuti jamaah dengan penuh antusias. Meskipun demikian, beberapa jamaah belum dapat hadir karena masih mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.


Pada kesempatan tersebut, jamaah mendapatkan tausiyah dari Fauzi, S.S., M.Pd., guru SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang berdomisili di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.


Dalam kajiannya, Fauzi menyampaikan materi yang menarik tentang tingkatan rezeki. Mengutip pandangan Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi, beliau menjelaskan bahwa rezeki tidak semata-mata berupa harta dan uang. Ada rezeki yang jauh lebih bernilai dan menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia maupun akhirat.


Empat Tingkatan Rezeki

Pertama, harta.
Harta benda dan uang merupakan bentuk rezeki yang paling dasar. Harta dapat dimiliki oleh siapa saja, baik orang yang taat maupun yang ingkar kepada Allah SWT. Karena itu, harta hendaknya dipandang sebagai sarana untuk menjalani kehidupan, bukan sebagai tujuan akhir.


Kedua, kesehatan.
Kesehatan dan afiyah merupakan rezeki yang nilainya lebih tinggi daripada harta. Dengan kesehatan, seseorang dapat bekerja, beraktivitas, bersilaturahmi, serta beribadah dengan lebih leluasa. Bahkan dengan harta yang terbatas, seseorang yang sehat tetap dapat menikmati banyak kenikmatan kehidupan.


Ketiga, anak yang saleh.
Keluarga dan anak yang saleh merupakan rezeki yang sangat utama. Tidak semua orang mendapatkan karunia berupa keturunan yang mampu menghadirkan ketenteraman, kebahagiaan, sekaligus menjadi penolong dan penerus kebaikan hingga kehidupan akhirat.


Keempat, ridha Allah SWT.
Inilah tingkatan rezeki yang paling sempurna. Keridhaan Allah SWT merupakan puncak dari seluruh bentuk rezeki. Harta dapat habis, kesehatan dapat berkurang, bahkan manusia akan meninggalkan dunia dan keluarganya. Namun, ridha Allah menjadi bekal tertinggi menuju keselamatan dan kebahagiaan yang abadi.


Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa ukuran keberhasilan hidup tidak cukup dilihat dari banyaknya harta yang dimiliki. Kekayaan sejati adalah ketika berbagai nikmat yang diberikan Allah mampu mengantarkan seseorang semakin dekat kepada-Nya.


Hari Bermuhammadiyah PCM Moyudan pun menjadi momentum untuk kembali mensyukuri setiap rezeki yang telah Allah SWT karuniakan. Sebab, bisa jadi selama ini manusia lebih sering menghitung apa yang belum dimiliki, sementara begitu banyak rezeki yang telah hadir dalam bentuk kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, dan yang paling utama adalah kesempatan memperoleh ridha Allah SWT.


Kegiatan ditutup sekitar pukul 08.45 WIB dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat untuk terus meningkatkan keimanan, amal saleh, serta kemanfaatan bagi sesama.

Scroll to Top